HFI Respon Krisis Stok Darah PMI dengan Relawan Siaga Donor Darah

HFI Respon Krisis Stok Darah PMI dengan Relawan Siaga Donor Darah
Ilustrasi/Net

KATTA - Humanity First Indonesia (HFI), salah satu sayap organisasi sosial Ahmadiyah, meluncurkan program "Relawan Siaga Donor Darah Nasional". Program itu digagas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah sekaligus menginspirasi masyarakat untuk melakukan donor darah sehingga krisis stok kantong darah bisa teratasi.

"Program Relawan Siaga Donor Darah Nasional menargetkan 1.000 kantong darah di bulan Ramadhan 1441 Hijriyah ini," kata Kepala bidang Program HF Indonesia Agil Cahyo dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (3/5/2020).

Untuk menghimpun kantong-kantong darah, HF Indonesia akan dibantu komunitas Give Blood yang memiliki 15.000 relawan di 50 kota di Indonesia. Program Relawan Siaga Donor Darah Nasional diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kantong darah Palang Merah Indonesia (PMI) yang mengalami krisis seiring minimnya pendonor akibat pandemi Corona atau Covid-19 dan memasuki bulan Ramadhan.

Teknis pelaksanaan donor menggunakan dua model. Pertama, relawan menyatakan kesiapan melaksanakan donor di aplikasi GiveBlood yang bisa di akses online. Kedua, relawan mendatangi PMI di masing-masing kota secara mandiri untuk melakukan donor darah dengan tetap mengikuti standar Protokol Kesehatan Covid-19 dan PSBB yang berlaku.

Terpisah, Chairman HFI  H. Kandali A. Lubis mengatakan program Relawan Siaga Donor Darah Nasional merupakan serial program HFI dalam masa pandemi Corona dengan tagar #HFPeduli Senyummu. Beberapa program yang sudah dilakukan diantaranya penyemprotasn disinfektan di masjid masjid, pembagian 10.000 masker kepada masyarakat, pembagian Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga kesehatan di wilayah kota dan kabupaten Bogor.  

Pekerja seni sekaligus aktivis sosial Edi Brokoli yang juga duta komunitas GiveBlood menyambut baik program Relawan Siaga Donor Darah Nasional. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia bahu membahu mengatasi dampak Covid-19 dengan menjadi relawan donor darah di bulan Ramadhan.

Sedangkan kebutuhan darah jumlahnya tetap. Bahkan cenderung naik, karena selain covid saat ini DBD juga sedang mewabah. PMI sendiri sudah menerapkan SOP supaya donor darah di Unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia tetap aman di tengah pandemi ini.

"Jadi ayo donor darah, karena setetes darah yang kita berikan bisa berarti nyawa bagi mereka yang membutuhkan," kata Edi Brokoli.

Diketahui, pandemi Corona atau Covid-19 sangat berdampak pada stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) di berbagai kota. Apalagi memasuki bulan Ramadhan, stok darah berkurang lebih dari 50%.

"Sebab masyarakat takut terkena virus, sementara kebutuhan rata-rata kantong darah di Jakarta misalnya per hari mencapai 700 kantong," ujar Unit Kepala Transfusi Donor Darah PMI DKI Jakarta Salimar Salim.

Sementara daerah lain seperti Surabaya, Bandung, Tangerang juga mengalami hal yang sama. Ketua Bidang unit Donor Darah Pengurus PMI Pusat Linda Lukitasari Waseso mengaku krisis stok darah terjadi di daerah pandemi Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.[]

Top