Pigai Pertanyakan Polisi Kriminalisasi Ketua Sinode Papua

Pigai Pertanyakan Polisi Kriminalisasi Ketua Sinode Papua
Socratez Sofyan Yoman/Net

KATTA - Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mempertanyakan pemanggilan kepolisian terhadap Ketua Sinode Papua, Socratez Sofyan Yoman. Pigai menilai polisi salah kaprah karena memanggil Sofyan untuk diperiksa terkait artikel yang ditulisnya.

"Dipanggil karena tulis opini atau artikel, mana ada pasal KUHP opini diadili?" kata Pigai, Sabtu (5/2/2020).

Artikel yang ditulis Sofyan mengulas insiden penembakan yang terjadi di kantor Freeport, Kabupaten Mimika Papua, yang mengakibatkan seorang warga Selandia Baru Graeme Wall meninggal dunia dan melukai beberapa karyawan lainnya. Artikel Sofan terbit di majalah Wekonews.

Sebuah faksi Tentara Pembebasan Papua Barat mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai bagian dari kampanye gerilyawan pro-kemerdekaan. Namun, dalam artikel yang ditulisnya, Sofyan menengarai militer Indonesia merekayasa serangan itu untuk membantu agenda keamanannya di daerah tersebut. Dia juga menduga polisi dan militer berusaha untuk mendiskreditkan gerakan kemerdekaan Papua.

Pigai menekankan Sofyan tidak bisa diproses hukum karena artikel yang ditulisnya. Apalagi dalam artikel yang ditulisnya Sofyan menggunakan kata dugaan. Pigai pun menyayangkan sekaligus menyebut apa yang dialami Sofyan sebagai bentuk kriminalisasi.

"Polisi mesti profesional. Rakyat harus lawan kriminalisasi," demikian kata Pigai.[]

Top