Terduga Teroris Jhr Anggota JAD Jatim

Terduga Teroris Jhr Anggota JAD Jatim
Asep Adisaputra/Net

KATTA - Terduga teroris berinisial Jhr alias AH yang diamankan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Sidotopo, Surabaya, Jawa Timur merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Lanjutan perkembangan penanganan terduga teroris di Surabaya, ‎Jhr atau AH ini pernah terlibat kasus pidana umum lalu menjalani masa hukuman di Lapas Madura. Di saat itulah dia mengenal tokoh JAD Jatim saat sama-sama menjalani masa hukuman," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Asep Adisaputra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Jhr diketahui bergabung dengan JAD Jawa Timur ketika menjalani hukuman di Lapas Madura. Lantaran sering berinteraksi dengan tokoh JAD ketika sama-sama di Lapas Madura, akhirnya Jhr terpapar radikalisme. Informasi itu diketahui dari hasil pemeriksaan Densus 88.

"Karena pergaulan sehari-hari, ada penularan pembelajaran paham radikal yang diterima Jhr sampai dia bergabung dengan JAD Jawa Timur‎ dan ditangkap Densus 88," kata Asep.

Selain menangkap Jhr, pada operasi Kamis (23/4/2020), tim Densus 88 juga menyita barang bukti dari warga Kabupaten Malang itu berupa dua pucuk pistol jenis FN, satu laras panjang beserta ratusan amunisi.

Kelompok JAD diketahui terkait dengan sejumlah peristiwa teror di Indonesia, di antaranya bom molotov di gereja di Samarinda pada 2016, bom Thamrin pada 2016, bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta pada 2016, bom Kampung Melayu pada 2017, dan bom Surabaya pada 2018.

Pada Juli 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutuskan membekukan organisasi JAD serta menyatakan JAD sebagai kelompok terlarang.[]

Top