Awas, Stimulus Rp405,1 Triliun Disalahgunakan!

Awas, Stimulus Rp405,1 Triliun Disalahgunakan<i>!</i>
Ilustrasi/Net

KATTA - Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS) Dr. Anthony Budiawan memberikan catatan khusus terkait keputusan pemerintah memberi stimulus Rp 405,1 triliun untuk memerangi wabah virus corona atau Covid-19 dan krisis ekonomi.

Ia membeberkan contoh krisis ekonomi dan pemberian stimulus di Indonesia mempunyai catatan hitam dimana selalu digunakan kesempatan untuk korupsi.

"Pertama, krisis (moneter dan) ekonomi 1998. Pemerintah, ketika itu diwakilkan Bank Indonesia (BI) memberi dana bantuan likuiditas (BLBI) Rp 144,5 triliun kepada 48 bank. Tetapi, menurut audit BPK yang tepat sasaran hanya Rp 6,5 triliun. Sisanya, Rp 138 triliun menguap diselewengkan dan dikorupsi. Banyak yang sudah dihukum, tetapi banyak juga yang lolos karena dalam proses hukum sering kali salah bisa jadi benar sehingga lolos," tutur Anthony dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (2/4/2020).

Contoh kedua, krisis keuangan global 2008. Bank Century pada awal Oktober 2008 mengalami kesulitan likuiditas. Pemerintah turun tangan memberi pinjaman dan suntikan likuiditas hingga Rp 6,7 triliun yang kemudian ternyata bermasalah.

"Proses hukum berjalan hanya untuk beberapa orang saja. Yang lain sepertinya kebal hukum. Sampai sekarang, kasus ini tidak tuntas, sisanya menguap," imbuhnya.

BPK, DPR dan masyarakat luas, kata Anthony, wajib menjaga stimulus. Karena menurut dia, patut dicurigai krisis sekarang juga rentan disalahgunakan. Apalagi Perppu No 1 tahun 2020 seolah-olah sudah disiapkan untuk melindungi para pejabat dari jerat hukum pidana. Perlindungan ini sebagaimana tercantum di Pasal 27.

"Misalnya, pasal 27 ayat (1) mengatakan “Biaya yang telah dikeluarkan Pemerintah …. merupakan bagian dari biaya ekonomi untuk penyelamatan perekonomian dari krisis dan bukan merupakan kerugian negara”. ayat (2) dan ayat (3) menegaskan semua pihak tidak bisa digugat dan dituntut. Luar biasa enak sekali," tandasnya.

Diketahui, setelah terkesan main-main dalam menangani wabah Covid-19 selama sebulan, pemerintah akhirnya memberi stimulus Rp 405,1 triliun untuk memerangi wabah dan krisis ekonomi. Stimulus terdiri dari 4 kelompok. Bidang kesehatan dapat Rp 75 triliun. Bidang kemanusiaan alias jaring pengaman sosial dapat Rp 110 triliun. Insentif perpajakan dan stimulus KUR (Kredit Usaha Rakyat) dianggarkan Rp 70,1 triliun. Dan terakhir, pemulihan ekonomi nasional diberikan Rp 150 triliun.[]

Top