Ikuti Saran Rizal Ramli, Sri Mulyani Diapresiasi

Ikuti Saran Rizal Ramli, Sri Mulyani Diapresiasi
Ilustrasi/Net


KATTA - Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra mengapresiasi keputusan pemerintah melaui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang pada akhirnya menjalankan solusi dari ekonom senior Rizal Ramli dalam menangani dampak pandemik virus corona terhadap perekonomian rakyat.

Solusi tersebut yakni menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebagai sumber pendanaan anggaran penanganan virus corona dan dampak sosial dan ekonomi dalam APBN 2020.

"Sudah bagus Pemerintah masih mau menerima masukan dari luar untuk isu penggunaan dana SAL dalam penanganan wabah Covid-19. Ini menandakan masih ada niatan untuk belajar agar bangsa ini dapat selamat, keluar dari resesi ekonomi," ujar Gede Sandra, Rabu (1/4/2020).

Selain penggunaan dana SAL untuk mengantisipasi dampak pandemik virus corona terhadap perekonomian, Gede Sandra juga menyarankan pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi yang lebih drastis. Misalnya, sebut Gede, menunda dan merestrukturisasi cicilan pokok dan bunga utang SBN yang untuk tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp 641 triliun, yang terdiri dari pokok SBN jatuh tempo sebebar Rp 346,5 triliun dan bunga SBN sebesar Rp 295 triliun.

"Saya kira para investor di pasar keuangan mengerti kondisi yang dialami oleh pemerintah Indonesia, mereka smeua pasti mengalami kepanikan yang sama di tengah pandemi. Akan sangat berartu bagi Indonesia, bila dana penanganan Covid-19 dapat bertambah Rp 641 triliun karena Menkeu-nya berhasil nego ke kalangan investor agar cicilan pokok dan bunga kita ditunda pembayarannya tahun ini," tandas Gede.

Sebelumnya, pada Senin (30/3/2020), ekonom senior Rizal Ramli meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalihkan anggaran proyek infrastruktur untuk penanganan pandemi virus corona atau Covid-19. Adapun anggaran tersebut senilai Rp 430 triliun.

"Jangan gengsi. Gunakan uang proyek infrastruktur Rp 430 triliun, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kurang lebih Rp 270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, RT/RW untuk distribusi makanan," ujar Rizal Ramli.  

Usulan Rizal Ramli kemudian digunakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rangka menyelamatkan perekonomian dari dampak pandemik virus corona. Dalam keterangan pers, Sri Mulyani mengungkap sumber pendanaan anggaran penanganan virus corona dan dampak sosial dan ekonomi dalam APBN 2020. Salah satunya melalui Sisa Anggaran Lebih (SAL).

SAL merupakan akumulasi dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)/Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) tahun anggaran lalu dan tahun anggaran berjalan usai ditutup, ditambah atau dikurangi dengan koreksi pembukuan.

"Kami banyak alternatif. Bisa menggunakan sisa anggaran lebih kalau tidak salah jumlahnya ada Rp160 triliun," terang Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, dalam video conference Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (1/4/2020).[]

Top