Pilkada Pemalang 2020

PPP : Koalisi "Poros NU" Adalah Koalisi Hijau, Koalisi Keumatan

PPP : Koalisi
Wakil Ketua MPR RI dan Sekjend DPP PPP, Arsul Sani menggelar Silaturahmi Tokoh, Kyai, dan Habaib se Kabupaten Pemalang di Gedung PCNU Kabupaten Pemalang. Ist/

KATTA – Politisi PPP Kabupaten Pemalang, Komaruzzaman, mengatakan wacana pembentukan koalisi “Poros NU” atau “Poros Hijau” pada Pilkada 2020 terus bergulir dan telah mendapat dukungan dari para sesepuh ulama Kabupaten Pemalang, yang merindukan tokoh-tokoh NU muncul menjadi calon Bupati atau Wakil Bupati Pemalang. Sehingga, bergabungnya Gerindra ke kubu Agus Sukoco dan Eko Priyono, tidaklantas membuat wacana koalisi ini loyo atau  gagal.

“Sangat-sangat dirindukan oleh segenap kaum Nahdliyyin terutama kalau hal tersebut benar-benar diinisiasi secara serius oleh ketua PCNU dan jajarannya. Dengan cacatan, tidak hanya sebatas slogan formal ketemu dua pihak PPP dengan PKB di kantor PCNU, tapi benar-benar diaktualisasikan dalam bentuk nyata,” kata Komar pada KATTA di Randudongkal Pemalang, Senin (16/03/2020).

Menurut alumnus doktoral Universitas Iskandaria Mesir ini, para kyai sepuh baik di wilayah Selatan Pemalang yang dimotori KH Mas’ud Moga mau pun di wilayah utara yang dipelopori KH Ahmad Zein Ampelgading sudah sepakat dan siap menggerakkan jamaahnya untuk mendukung koalisi ini yang disebutkan juga oleh para ulama PPP dan PKB ini sebagai koalisi keumatan yang nanti akan berhadapan dengan koalisi PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra.

“Beliau kyai sepuh sangat merindukan tokoh-tokoh NU muncul menjadi pemimpin Kabupaten Pemalang. Sekarang saatnya warga NU Kabupaten Pemalang bersatu padu bahu membahu pada Pilkada serentak 2020 ini setelah PPP-PKB berkoalisi hijaukan Pemalang terlepas siapa pun calonnya tidak usah kita mentahkan sendiri asal bakal calon Bupati atau Wakil Bupati benar-benar dari trah NU, mari kita sengkuyung,” tegas Komar yang juga mantan Sekretaris DPC PPP Pemalang.

Sementara itu, pada pertemuan bertajuk ‘Silaturahmi Tokoh, Kyai, dan Habaib se Kabupaten Pemalang’ yang dilaksanakan di dua tempat yakni gedung PCNU Pemalang dan Pondok Pesantren Nurul Huda Moga (14/3), Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menegaskan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati benar-benar harus mumpuni, baik secara personal mau pun juga finansial.

“Kita penginnya menang, bukan asal mengajukan calon. Kenapa finansial juga jadi pertimbangan, karena pembiayaan Pilkada juga orangnya harus jelas. Saya belajar dari Prabowo, yang mengatakan dalam pertarungan politik kekuasaan, soal biaya pengeluaran sudah jelas, yangg tidak jelas hasilnya,” tegas Sekretaris Jendral DPP PPP ini.

“Selain itu, ada tiga kriteria utama dari calonnya nanti, yaitu; visi-misinya, curriculum vitae riwayat hidupnya, dan komitmennya terhadap Pemalang, terutama pada NU,” imbuhnya.

Untuk menindaklanjuti rencana koalisi hijau ini, Arsul sani memerintahkan DPC PPP Pemalang untuk segera membuka pendaftaran dan penyaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang pada minggu akhir bulan ini atau medio antara tanggal 20-27 Maret 2020 ini.

Menurut Ketua DPC PPP Kabupaten Pemalang, Khodori, instruksi DPP PPP akan segera ditindaklanjuti dengan juga terus menjalin komunikasi dengan PKB dan partai-partai lain seperti PAN, PKS, dan Nasdem yang belum menentukan arah koalisinya menjelang perhelatan Pilkada Pemalang.

“Kita arahnya menuju koalisi dengan PKB, dan diharapkan ini menjadi koalisi keumatan yang dimana partai lain berbasis umat Islam seperti PAN dan PKS serta lain insyAlloh bergabung dengan kita. Saya harapkan banyak bakal calon yang mendaftar. Banyak calon yang kompeten, berarti banyak pilihan,” kata Khodori yang  juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang.

Top