Tiga BUMN Bersinergi Budidaya Jagung di Lahan Seluas 1.000 Ha

Tiga BUMN Bersinergi Budidaya Jagung di Lahan Seluas 1.000 Ha
Pengecekan lahan yang akan digunakan untuk budidaya jagung oleh tiga BUMN di Subang/IST

KATTA - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi untuk melakukan pengembangan budidaya jagung di Kabupaten Subang.

Ketiganya, adalah, PT Sang Hyang Seri, PT Berdikari dan PT PG Rajawali II (RNI Group). Pengembangan budidaya jagung dalam rangka memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Tiga BUMN ini telah melakukan kontrak kerjasama pengembangan budidaya jagung di Gedung Breeding PT Sang Hyang Seri di Kabupaten Subang, Selasa (10/3/2020).

Penandatanganan kontrak kerjasama dilakukan Dirut PT Sang Hyang Seri, Karyawan Gunarso yang dalam hal ini diwakili Direktur Operasional Rahmat Hidayat, Direktur Utama PT Berdikari Oksan O.M. Panggabean, dan Direktur Utama PT PG Rajawali II Audry H. Jolly Lapian.

Dalam kerjasama ini, PT PG Rajawali II sebagai penyedia lahan, PT Sang Hyang Seri sebagai pengelola, dan PT Berdikari yang membeli hasil panen (off taker).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT PG Rajawali II, Erwin Yuswanto, kerja sama tiga BUMN dalam rangka sinergi dan mendukung percepatan program cluster pangan BUMN.

Untuk lahan penanaman jagung, kata dia di areal kebun Manyingsal (lahan HGU PG Subang) PT PG Rajawali II dengan target awal seluas 1.000 hektar (Ha).

"Tahap awal penanaman seluas 137 Ha dan secara bertahap akan terus mengembangkan sampai menyelesaikan target luasan 1.000 Ha," katanya, Minggu (15/03/2020).

Target panen jagung per hektar adalah 7 ton sudah dalam bentuk jagung pipil, dengan teknik penanaman menggunakan seeding machine sehingga dapat lebih cepat dan efisien dalam hal operasionalnya.

"Diharapkan kerjasama ini dapat berjalan lancar sehingga dapat menjadi pemacu percepatan program cluster pangan sebagai salah satu program unggulan BUMN," ujarnya.[]

Top