Sri Mulyani Naikan Batas Maksimal Restitusi Pajak Sampai Rp5 Miliar

Sri Mulyani Naikan Batas Maksimal Restitusi Pajak Sampai Rp5 Miliar
Menkeu Sri Mulyani/net

KATTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk menaikan batas maksimal restitusi pajak dipercepat dari yang semula Rp1 miliar menjadi Rp5 miliar.

Langkah ini dilakukan dengan alasan menopang perekonomian di tengah kondisi penuh tekanan seperti sekarang.

“Restitusi dipercepat dalam rangka cash flow. Kalau masyarakat stand still maka penerimaan jadi lebih rendah sehingga cash flow sangat penting. Batasan dinaikkan sekarang Rp1 miliar ke Rp5 miliar,” katanya di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Tidak hanya itu, ia mengatakan, pemerintah juga tengah menyiapkan beberapa stimulus lain, yakni melalui penundaan pemungutan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, Pasal 22, dan Pasal 25.

“Pasal 21 kita udah siapkan tentang keputusan scope dan lamanya waktu pemberian. Pasal 25 sedang disiapkan serta Pasal 22 tentang bea masuk pajak impor juga disiapkan,” kata dia.

Sementara ini, stimulus fiskal yang sudah hampir siap adalah penundaan pemungutan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang persiapannya telah mencapai 95 persen sebab 5 persen sisanya tinggal menunggu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Pembahasan teknis di Kemenkeu sudah 95 persen selesai. Secara etika policy jadi kami koordinasi dengan Menko dan kabinet mengenai 5 persen sisanya keputusan timing dan harus dipresentasikan dulu,” katanya.

Sri Mulyani berharap berbagai strategi ekonomi tersebut dapat didukung oleh kementerian lainnya sehingga segera disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan diterapkan dalam waktu dekat.

“Kita bersama Menko Perekonomian dan menteri lain diharapkan bisa sampaikan ke presiden assesment berdasarkan situasi terkini dan strategi support policy yang akan dilakukan,” katanya. []

Top