Sukses Yakinkan Presiden Bangun Youth Creativity Hub Maluku

Sukses Yakinkan Presiden Bangun Youth Creativity Hub Maluku
Billy Mambrasar/Ist

KATTA - Saya bermimpi agar Maluku, Maluku Utara, Papua , Papua Barat dan NTT tidak lagi miskin, tapi sejahtera. Begitu kata Billy Mambrasar.

 

Billy pun terus berkarya seakan ingin membuktikan kepada Presiden Jokowi tidak salah pilih menjadikannya staf khusus.

Sejak awal, Billy memang punya visi sejalan dengan Presiden Jokowi. Yakni membangun manusia Indonesia yang unggul untuk peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan lapangan kerja dan juga wirausaha muda. Tak hanya itu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang juga difokuskan oleh Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin juga menjadi perhatian Billy Mambrasar.

Salah satu pekerjaan kongkrit yang digarap Billy ialah mengejar pembangunan pusat pengembangan lewirausahaan anak muda di provinsi-provinsi Indonesia Timur. Billy menyebutnya: Youth Creativity Hub. Untuk Provinsi Papua, pembangunan saat ini sedang berlangsung dengan dipimpin penuh oleh Kementerian PUPR.

Sukses dengan Papua, Billly kemudian meminta Presiden Jokowi untuk membangun hal yang sama di Provinsi Maluku.

Kegigihan Billy membuahkan hasil, Presiden menyetujui dan hal ini menjadi angin segar bukan hanya untuk Billy, akan tetapi untuk anak-anak Indonesia Timur lainnya khususnya di Maluku. Kementerian PUPR telah mengucurkan dana Rp 204 miliar khusus untuk pembangunan Enterpreneur and Creativity Hub di Propinsi Maluku.

Bagaimana progres pembangunan "Youth Creativity Hub" yang dilakukan oleh Billy Mambrasar yang juga didapuk sebagai Duta SDG's Nasional tahun 2019-2021 ini?  Berikut kutipan wawancara bersama Billy Mambrasar:

Youth Creativity Hub itu untuk apa sebenarnya?

Planingnya adalah sebuah pusat untuk menampung semua kreativitas anak muda di provinsi Maluku yang kemudian difasilitasi oleh pemerintah dan pihak swasta untuk dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memberikan pelatihan pelatihan kewirausahaan kepada mereka agar mereka bukannya kreatif dan mereka memiliki mental pengusaha untuk menjual hasil karyanya tersebut, baik dalam bentuk UMKM, Start-up, dan atau inovasi sosial.

Untuk di Maluku sendiri kucuran dana dari pemerintah pusat sudah turun. Sebelumnya di Papua sudah disetujui maka saya mendorong berkali-kali kepada Pak presiden untuk di Maluku juga dia setujui karena saya ini sebagai staf khusus presiden bukan hanya milik Papua, saya milik semua provinsi Indonesia timur. Jadi saya kejar kalau Papua sudah, Maluku kapan dan saya mendorong terus akhirnya disetujui dan disetujui oleh Pak Presiden untuk dikerjakan dengan dana 204 miliar rupiah untuk provinsi Maluku.

Maluku harus memiliki creativity hub juga agar semua pemuda pemudi Maluku mendorong karya-karya mereka naik level nasional maupun internasional.

Progres Pembangunan Youth Creativity Hub di Papua bagaimana?

Pada tanggal 28 Oktober 2020, Pak Presiden memanfaatkan momen sumpah Pemuda, melaunching Youth Creativity Hub di Papua, bersamaan dengan peresmian jembatan Youtefa. Untuk di Papua sendiri perkembangannya sangat Progresif, dan sudah masuk dalam tahap pengadaan, lalu akan berlanjut ke Pembangunan, dan diperkirakan memakan waktu 18 sampai 24 bulan dari sekarang sudah bisa diresmikan oleh presiden Joko Widodo"

Kalau di Ambon kapan pembangunanya mulai dilakukan?

Ambon pengadaan dan pembangunannya, menurut informasi yang saya dengan dari PUPR Kota, akan dimulai pada tahun 2021.

Saya pikir, yang akan menjadi tantangan utamanya adalah bukan pembangunan fisiknya, akan tetapi penyiapan manusianya, sebagai ekosistem penggerak utamanya. Dari sekarang kita harus sudah menyiapkan ekosistem penggeraknya, atau manusianya, sehingga ketika sudah selesai dibangun, sudah akan ada yang mengoperasikannya.

Tantangan berhasilnya proyek ini untuk pemuda Maluku?

Di Papua saat ini walaupun belum ada bangunan fisiknya, akan tetapi ekosistem manusianya sudah mulai siap. Hal ini karena kami telah mengadakan roadshow business, pelatihan, dan pengumpulan database untuk usaha milik anak muda yang sudah dan akan kami bina. Misalnya, Maluku sendiri yang ditakutkan adalah takutnya bangunannya sudah jadi akan tetapi manusia belum siap bermain dan mereka sendiri belum siap.

Jadi sambil menunggu proses pembangunan itu berjalan kita harus terus mengkampanyekan roadshow dan pelatihan bisnis dan inovasi mudah Maluku untuk merubah mindset mereka agar dapat berinovasi dan ikut mendukung pembangunan kewirausahaan itu sendiri.[]

Top