Hasto Bertemu Tersangka Harun di PTIK Sehari Setelah OTT KPK?

Hasto Bertemu Tersangka Harun di PTIK Sehari Setelah OTT KPK?
Hasto Kristiyanto (kanan)-Megawati Soekarnoputri/Net

KATTA - Iwan Sumule membuat kicauan menarik melalui akun Twitternya. Politisi Partai Gerindra itu secara khusus menyoroti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku, tersangka kasus suap komisioner KPU yang juga kader banteng.

"Ada yg menarik ketika Hasto berada di PTIK sehari setelah OTT. Kuat dugaan, Harun Masiku juga berada di PTIK," tulis dia di akun Twitter @IwanSumule86, Rabu (22/1/2020).

OTT yang dimaksud Iwan Sumule adalah OTT yang dilakukan KPK pada 8 Januari. Dalam OTT itu lembaga anti rasuah antara lain menangkap komisioner KPU Wahyu Setiawan. Wahyu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal menerima suap terkait PAW anggota DPR Fraksi PDIP. Adapun Harun, meski sudah ditetapkan tersangka oleh KPK, hingga kini tidak diketahui keberadaannya dan masuk dalam daftar buron.


Konon, kata Iwan Sumule, Hasto berada di PTIK untuk menemui Harun Masiku. Aktivis mahasiswa 98 itu mengungkap alasan mengapa pertemuan berlangsung di PTIK. Dia lantas mengunggah screenshoot dua berita dari dua portal nasional sebagai penguat.

Satu berita yang screenshootnya diunggah Iwan Sumule berjudul "PDIP Ungkap Soal Hasto Kristiyanto Sembunyi di PTIK Saat Dikejar Penyidik KPK, Ada yang Bermain?". Berita satunya berjudul "Mantan Direktur Penyidikan KPK Pimpin STIK Lemdiklat Polri". Dalam berita kedua disebutkan mantan Direktur Penyidik KPK yang saat ini menjabat Ketua STIK Lemdiklat Polri adalah Brigjen Aris Budiman.

"Kenapa PTIK? Karena mantan direktur penyidik @KPK_RI skrg pimpin STIK kebetulan satu daerah dgn Harun Masiku. Iya gak sih?" tulis Iwan Sumule.

Keterlibatan Hasto dalam kasus suap PAW anggota DPR Fraksi PDIP muncul setelah ada pengakuan dari tersangka lainnya, yakni Saeful Bahri. Saiful merupakan staf Hasto di Kesekjenan DPP PDIP. Saat akan digelandang ke dalam penjara oleh petugas KPK, usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Saeful mengatakan kepada media jika sumber uang suap yang diserahkan kepada Wahyu berasal dari Hasto.

Hasto disebut-sebut sebagai orang yang memerintahakan untuk mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara ke MA. Dalam putusannya MA mengabulkan gugatan tersebut dan kemudian digunakan menjadi dasar bagi PDIP menyodorkan nama Harun Masiku sebagai anggota DPR menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia sebelum hari pemilihan.

Di Pileg 2019, Nazarudin menjadi politikus PDIP yang berhasil memperoleh suara tertinggi di dapil Sumatera Selatan I, yakni 145.752 suara. Sedangkan Harun Masiku berada di posisi keenam dengan 5.878 suara. Lalu posisi kedua hingga ke kelima ditempati Riezky Aprilia (44.402 suara), Darmadi Jufri (26.103 suara), Doddy Julianto Siahaan (19.776 suara), dan Diah Okta Sari (13.310 suara).

Karena pengganti Nazaruddin yang ditetapkan KPU adalah Riezky Aprilia, transaksi suap pun terjadi. Suap diserahterimakan kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan dengan janji membantu Harun menggeser Riezky Aprilia.[]

Top