KPK Rekontruksi Kasus Suap Tengku Dzulmi di Swiss-Belhotel Medan

 KPK Rekontruksi Kasus Suap Tengku Dzulmi di Swiss-Belhotel Medan
KPK Rekontruksi Kasus Suap Walkot Medan Nonaktif/ist

KATTA - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelear rekontruksi perkara suap yang menjerat Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin pada Jumat (17/1/2020) ini. Rekontruksi dilaksanakan di Swiss-Belhotel Gajah Mada Medan, Jalan Gajah Mada No. 49, Babura, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Kegiatan rekonstruksi dalam perkara dugaan suap walikota medan ZE," kata juru bicara KPK, Ali Fikri, melalui pesan singkat, Jumat (17/1/2020).

Pada rekontruksi kali ini, para petugas KPK mengenakan rompi berwarna putih dan dikawal sejumlah petugas kepolisian. Dari foto yang diterima awak media, terlihat juga para petugas KPK menenteng kardus.

"Dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan memperoleh gambaran utuh terkait dengan rangkaian peristiwa dugaan penerimaan uang suap tersebut," kata Ali. 

KPK menetapkan Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni,‎ Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Tak hanya itu, Dzulmi juga diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp 200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang. []

Top