KPK Pilih Gandeng Polri Ketimbang Masukan Politisi PDIP ke DPO

KPK Pilih Gandeng Polri Ketimbang Masukan Politisi PDIP ke DPO
Foto/net

KATTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan pihaknya tengah memburu keberadaan politikus PDI-Perjuangan Harun Masiku yang kabur ke Singapura. 

Harun merupakan tersangka kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI yang juga menjerat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. 

"Yang pasti selaku penyidik, selaku petugas pemberantasan tindak pidana korupsi dari KPK, kita tidak akan pernah berhenti mencari seseorang tersangka," tegas Firli usai bertemu pimpinan MPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). 

Firli mengaku sudah meminta bantuan kepada Polri untuk mencari Harun. Eks Kapolda Sumatera Selatan itu menyebut, korps baju cokelat punya jaringan yang luas di luar negeri. Mereka bisa menggunakan jalur-jalur senior license officer yang ada di luar negeri. 

"Kita minta bantuan kepada Polri karena beberapa waktu pengalaman, kita tahu persis ada beberapa yang keluar negeri pun itu kita minta bantuan kepada Polri," tutur dia. 

Apakah Harun akan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang alias DPO? "Setiap orang yang sudah ditetapkan tersangka itu pasti kita lakukan pencarian. Saya kira itu," jawab Firli. 

Selain itu, KPK juga menggandeng Kemenkumham dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk melacak keberadaan Harun di negeri Singa itu. 

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, komisinya belum meminta nama Harun untuk dimasukkan dalam DPO. 

"Belum kita belum mengeluarkan surat apa-apa. Kita baru dapat informasi bahwa yang bersangkutan sudah ke luar pada tanggal 6 (Januari 2020)," tutur Alex. "Kami imbau dulu supaya yang bersangkutan kooperatif kembali ke Indonesia," kata dia. []

Top