Ketua MPR: KPK Harus Kedepankan Pencegahan

Ketua MPR: KPK Harus Kedepankan Pencegahan
Foto/Ist

KATTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung kerja-kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Upaya pencegahan sebagai strategi pemberantasan korupsi yang dikedepankan lembaga anti rasuah dianggap MPR sebagai lompatan besar bagi Indonesia dalam membebaskan diri dari korupsi.

"Hal itu sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Dalam Pasal 6 Ayat A jelas disebutkan bahwa KPK bertugas melakukan tindakan-tindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai menerima pimpinan KPK di ruang kerjanya, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (14/1/20).

Ia menambahkan, jika melihat data Laporan Kinerja KPK sepanjang 2016-2019, dengan anggaran operasional KPK sekitar Rp 3,6 triliun yang bersumber dari APBN, KPK berhasil menyelamatkan uang negara dari fungsi penindakan mencapai Rp 1,74 triliun. Sedangkan dari pencegahan, keuangan negara yang diselamatkan mencapai Rp 61,7 triliun.

"Data tersebut menunjukan fungsi pencegahan lebih efektif dalam menyelamatkan keuangan negara, karenanya harus lebih digalakan lagi. Walaupun aksi pencegahan yang digalakan KPK bukanlah sesuatu yang seksi di media massa dibanding penindakan dengan OTT, namun KPK tak boleh bergeming. KPK bukanlah lembaga entertainment, melainkan lembaga penegak hukum yang mendapat amanah Undang-Undang," jelas Bamsoet.

Bamsoet mengingatkan, beban berat masih diemban KPK untuk benar-benar menjadi 'trigger mechanism' dalam pemberantasan korupsi. Sehingga, bukan semata mengejar orang sebagai tersangka, melainkan mengedepankan penyelamatan keuangan negara.

"Pemberantasan korupsi harus tetap berjalan mengingat Indonesia belum sepenuhnya bebas dari korupsi. Disisi lain, kegiatan ekonomi juga perlu digenjot untuk meningkatkan pemasukan negara dari pajak. Karenanya, pemberantasan korupsi tak boleh dilakukan secara gaduh dan serampangan yang membuat ketidakpastian iklim investasi nasional," demikian kata Bambang Soesatyo.[]

Top