OJK Payah, Gaji Tinggi Kinerja Merah

OJK Payah, Gaji Tinggi Kinerja Merah
Rizal Ramli/Net

KATTA - Ekonom senior DR Rizal Ramli melontarkan kritik tajam terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rizal menyematkan rapor merah untuk kinerja pimpinan OJK.

"OJK dibiayai dengan budget & staff gaji tinggi, tetapi kemampuan survailance & monitoring tidak memadai, enforcement lemah dan tidak memiliki kemampuan untuk turn arround," tulis RR, demikian Rizal Ramli disapa, melalui akun Twitter @RamliRizal, Selasa (17/12/2019).

Kritik terhadap OJK disampaikan RR yang pernah menjadi penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait maraknya pemberitaan tentang Jiwasraya. Terbaru, perusahaan asuransi pelat merah itu diinformasikan gagal bayar polisi Rp 12,4 triliun per Desember 2019.

RR adalah orang yang pertama kali mengusulkan perlunya Indonesia memiliki lembaga OJK. Usul diulas secara akademis memalui sebuah artikel di Bisnis Indonesia akhir tahun 1980-an. Lalu, usulan itu menjadi agenda penting dalam revisi Undang-Undang Bank Indonesia pada tahun 2000, dimana RR saat itu menjabat Menko Perekonomian.

"UU OJK sudah bagus, tapi pimpinan payah," kicau RR memention @ojkindonesia dan @jokowi. "Terlalu kuat mental birokrasi," tambahnya.

Kritik RR benar adanya. OJK memang dibiayai dengan budget sangat wah. Tahun 2019 ini, OJK dibekali dana iuran dari industri keuangan sebesar Rp5,53 triliun.

Namun meski bergelimang duit, kinerja OJK tidak sesuai dengan harapan. Faktanya, selain Jiwasraya, banyak kasus-kasus lain yang muncul dimana ujung-ujungnya konsumen yang notabene rakyat Indonesia menjadi korban.

"Masalah sederhana seperti maraknya fintech ilegal yang menawarkan bunga pinjaman super-super tinggi, sangat merugikan konsumen, harrasment dan penalty yang mereka lakukan thd peminjam telat bayar luar biasa. Itupun OJK tidak mampu awasi dan tertibkan. Payah," demikian kata Rizal Ramli.

 

 

Top