Pegawai KPK Berharap Kabareskrim Baru Mampu Tuntaskan Kasus Teror Novel

Pegawai KPK Berharap Kabareskrim Baru Mampu Tuntaskan Kasus Teror Novel
Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo/net

KATTA - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang baru saja dilantik sebagai Kabareskrim mampun menuntaskan kasus teror terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Listyo, setelah Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis saat menjadi Kabreskrim belum mampu menuntaskan kasus yang sudah berumur tahunan itu.

"Kami mengharapkan bahwa Kabareskrim yang baru pak Listyo Sigit Prabowo mampu untuk mengungkap kasus ini," kata Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Yudi mengaku menaruh harapan besar kepada Listyo untuk mengungkap teror terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 silam. Hal ini lantaran, Yudi mengaku mengenal Listyo sebagai perwira reformis dan antikorupsi di tubuh Korps Bhayangkara.

"Kami sudah kenal bang Sigit lama dan kami kenal beliau sebagai seorang perwira reformis yang lama dan juga siap untuk memberantas korupsi di negeri ini. Sehingga kami mempunyai harapan yang besar bahwa bang Sigit selaku Kabareskrim baru itu bisa mengungkapkan kasus bang novel," katanya.

Selain itu, Yudi berharap Presiden Joko Widodo memberikan target waktu yang ketat kepada Listyo dalam menyelesaikan kasus teror Novel. Hal ini lantaran target penuntasan kasus ini terus diundur. 

Diketahui, setelah masa kerja tim pencari fakta berakhir, Presiden Jokowi mengultimatum Kapolri saat itu, Tito Karnavian untuk menuntaskan pengungkapan kasus Novel Baswedan, dalam tiga bulan sejak 19 Juli 2019 lalu. 

Perintah ini segera ditindaklanjuti Tito dengan membentuk tim teknis dengan surat tugas tertanggal 1 Agustus 2019. Hingga batas waktu kerja tim teknis berakhir pada Kamis (31/10/2019) lalu. peneror Novel belum juga dibekuk. 

Jokowi kembali memberi tenggat pada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus teror Novel sampai awal Desember 2019. Namun, lagi-lagi hingga saat ini kasus tersebut masih gelap dan peneror Novel masih bergentayangan.

"Sampai hari ini Desember pekan pertama sesuai janji Pak Jokowi bahwa kasus bang novel akan selesai namun sampai hari ini kasusnya tidak selesai juga," ungkap Yudi.

Yudi menyatakan kasus teror terhadap Novel, merupakan salah satu kasus yang menyedot perhatian publik dan seharusnya melecut semangat jajaran kepolisian. Jangan sampai, kasus ini masih menjadi misteri hingga tahun berganti.

"Oleh karena itu sekali lagi kami harapkan bahwa Kabareskrim baru yaitu bapak Listyo Sigit Prabowo itu mampu mengungkapkan kasus novel dan menangkap pelaku serta aktor-aktor di belakangnya," tegasnya.

Yudi menyatakan, berlarutnya kasus ini membuat Novel menjadi korban berulang kali. Tak hanya menjadi korban teror, Novel saat ini menjadi korban atas fitnah-fitnah keji sebagian kalangan yang menyebut kasus teror tersebut hanya rekayasa.

"Nantinya akan semakin liar. Kita bisa melihat bagaimana ada orang yang melaporkan Novel, dan mengatakan rekayasa. Padahal seluruh masyarakat negeri sudah paham bahwa itu bukan kasus rekayasa," katanya.

Selain itu, Yudi menegaskan, kasus teror terhadap Novel bukan hanya menyangkut Novel secara pribadi, melainkan juga teror terhadap upaya pemberantasan korupsi. Terdapat sejumlah pegawai dan pimpinan KPK yang diteror saat menjalankan tugas memberantas korupsi. Namun, seperti halnya kasus Novel, hingga saat ini, kasus-kasus terhadap pegawai dan pimpinan KPK masih belum menemui titik terang.

"Kami mengharapkan Kabareskrim baru juga mampu untuk mengungkap kasus teror yang lain termasuk terhadap pimpinan KPK di mana rumah pak Laode M Syarief dan Pak Agus Rahardjo sampai saat ini pun belum terungkap. Jadi kami mengharapkan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir dari kasus Novel. Pada Januari kasus ini genap seribu hari sejak 11 April tahun 2017 dan ini tentu saja sudah sangat sangat lama. Ini penting bagi kita untuk menunjukkan komitmen terhadap pemberantasan korupsi apalagi nanti 9 Desember adalah Hari Antikorupsi. Di tengah pelemahan KPK maka terungkapnya kasus Novel merupakan harapan yang baik bagi terwujudnya upaya kita memberantas korupsi," kata Yudi. []

Top