Menteri Fachrul Razi Diminta Bersihkan Eselon I Kemenag

Menteri Fachrul Razi Diminta Bersihkan Eselon I Kemenag
Fachrul Razi/Net

KATTA - Pasca di tunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Agama, Fachrul Razi langsung tancap gas, bekerja untuk menjawab keraguan publik kepadanya.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, sebagai Menteri Agama, Fachrul Razi diminta meredam gerakan dan paham radikalisme di Indonesia.

Fachrul Razi berkomitmen, di usianya sekarang hanya untuk mengabdikan dirinya bagi kemajuan bangsa dan tanah air Indonesia.

Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (Laksi) Azmi Hidzaqi mengatakan, Fachrul Razi langsung menjalankan instruksi presiden dengan melakukan berbagai langkah terobosan dan gebrakan yang sangat berani.

Meskipun tidak populer di sebagian orang, acap kali kebijakannya selalu menuai kritik dan kecurigaan banyak kalangan.

“Tetapi ini dikerjakan oleh Fachrul Razi semata- mata untuk menjaga agama dan negara dari ancaman radikalisme,” ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Lanjutnya, komitmen Fachrul Razi terhadap NKRI sangat kuat. Sehingga selalu bicara dengan lantang tentang ancaman  paham radikalisme.

Keberanian Fachrul Razi dalam menjalankan kebijakan di Kementrian Agama patut diapresiasi dan didukung penuh oleh masyarakat.

Menteri Agama terus berjuang meyakinkan publik agar bangsa ini sadar akan ancaman paham radikalisme.

“Apa yang dilakukan Mentri agama ini merupakan agenda besar untuk menciptakan peradaban bangsa ini ke arah yang lebih baik. Dan membangun moralitas  umat beragama. Selain itu juga dituntut menjadikan kementrian agama sebagai pelayan dan pembinaan bagi pemeluk agama,” ujar Azmi Hidzaqi.

Fachrul Razi menjawab keraguan publik dengan bekerja keras. Dia sangat bertanggung jawab dengan arah dan program kerja Kementerian Agama yang telah disusun dengan jajarannya.

“Kami yakin bahwa Fachrul Razi dapat menjalankan arah dan Intruksi Presiden,” katanya.

Fachrul Razi saat ini dinilai banyak melakukan pembenahan dan penataan di Kementerian Agama. Dia membuat terobosan baru dengan melakukan berbagai langkah kebijakan yang positif dan berdampak pada kesadaran publik dan harmonisasi hubungan agama dan Negara.

“Melakukan penataan kebijakan ini haruslah didukung juga oleh jajaran pejabat Eselon 1 di Kemenag agar dapat terimplementasi dengan tepat sasaran,” kata Azmi.

Soal rekomendasi terhadap FPI yang sempat viral, menurut Azmi, sebenarnya tidak ada yang salah. Karena  sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang harus dilakukan oleh Menteri Agama dalam memberikan masukan dan pembinaan kepada Ormas Islam.

“Jadi tidak ada yang salah dari Menteri Agama, karena mengenai perpanjangan ijin ormas sebenarnya aadalah kewenangan Mendagri,” ujarnya.

Pernyataan Guntur Romli dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di berbagai media yang menganggap Menteri Agama takut dengan FPI, lanjut Azmi, adalah sebuah kesalahan besar dan gagal paham.

Sebab,  Mentri Agama sebagai Kementrian yang mengurusi semua agama punya kewajiban melakukan pembinaan kepada ormas Islam.

Selain itu Fachrul Razi terbiasa melakukan pendekatan dengan semua ormas agar dapat merangkul semua komponen bangsa.

“Ada pun masukan kami  kepada Menteri Agama untuk meningkatkan kinerja di Kemenag dan meningkatkan kepercayaan publik. Maka kami meminta kepada  Menteri Agama supaya dapat mengganti pejabat eselon satu yang sudah terlalu lama menjabat,” sarannya.

Sebab, dengan lamanya para Dirjen menjabat di eselon satu, sudah tidak efektif lagi dalam menjalankan kinerjanya.

“Sudah 5 tahun mereka di posisi Dirjen. Selain itu, perlunya regenerasi karier pejabat baru untuk mengganti pejabat eselon satu. Ini penting, mengingat perlunya penyegaran di birokrasi dan organisasi di Kemenag,” ucapnya.

Azmi berharap, Menteri Agama dapat melakukan pembenahan eselon satu dengan  mengangkat pejabat baru yang lebih muda, agar ada perubahan mendasar di birokrasi Kemenag.

“Kami yakin Menteri Agama terus bekerja keras, dan terus meningkatkan kualitas umat beragama. Semoga harapan bangsa ini dijalankan dengan baik,” tutup Azmi Hidzaqi. []

Top