Kejagung, Segera Tetapkan Tersangka Korupsi di BTN!

Kredit PT BIM Rp 300 Miliar

Kejagung, Segera Tetapkan Tersangka Korupsi di BTN<i>!</i>
Ilustrasi/Net

KATTA - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mengapresiasi keseriusan Kejaksaan Agung mengusut kasus korupsi dalam pemberian kredit dari Bank Tabungan Negara (BTN) kepada PT Batam Island Marina (BIM).

"Kami dukung ketegasan Kejagung untuk sikat habis korupsi di BTN," kata Ketua FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, melalui pesan elektronik kepada KATTA, Selasa (3/12/2019).

Dia mengatakan langkah Kejagung menaikkan perkara korupsi dalam pemberian kredit dari BTN kepada BIM ke penyidikan harus didukung. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyatakan dalam perkara itu diduga ditemukan korupsi Rp 300 miliar.

"Ini adalah hal yang menyakitkan. Puluhan ribu buruh mengantre dapat KPR bersubsidi namun BTN menyatakan kuota telah habis. Ternyata malah terungkap uang rakyat Rp 300 miliar dapat dengan mudah menguap ditelan kasus korupsi," imbuhnya.

Kasus korupsi di BTN ini, katanya, membuat buruh marah karena kredit BTN diberikan kepada BIM untuk pembangunan villa di Kepulauan Batam dengan sasaran pembeli warga negara Singapura.

"Bisa dibayangkan, dana Rp 300 miliar apabila digunakan untuk membangun rumah buruh bisa mencapai 2400 unit. Untuk itu, kami sangat mendukung langkah tegas dan meminta kejaksaan agung segera menetapkan tersangka atas kasus korupsi BIM di BTN," demikian kata Arief Poyuono.[]

Top