MA 'Diskon' Hukuman Idrus Jadi 2 Tahun Penjara, Begini Respon PH

MA 'Diskon' Hukuman Idrus Jadi 2 Tahun Penjara, Begini Respon PH
Idrus Marham/net

KATTA - Mahkamah Agung memberikan 'diskon' hukuman kepada mantan Menteri Sosial, Idrus Marham dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Jika pada tingkat kedua mantan sekjen Golkar itu divonis 5 tahun, kini MA memangkas hukuman menjadi 2 tahun penjara saja.

Menanggapi hal tersebut, Penasihat Hukum Idrus Marham, ‎Samsul Huda mengaku senang, walaupun sebenarnya ia sangat berharap kliennya diputus bebas.

‎"Kami senang dan menghormati Majelis Kasasi dengan dikabulkannya upaya hukum kasasi Idrus Marham menjadi 2 tahun, meskipun kami berharap Sdr. Idrus Marham dapat diputus bebas atau lepas dr tuntutan," kata Samsul Huda, melalui siaran pers, Selasa (3/12/2019).

Bukan tanpa alasan Huda menginginkan Idrus diputus bebas. Pasalnya ia merasa fakta-fakta persidangan selama ini membuktikan Idrus tidak tahu menahu soal proyek PLTU Riau-1.

"Namanya hanya dicatut oleh Sdri Enny Maulani Saragih yang menerima sejumlah uang dari proyek tersebut. Fakta persidangan jelas bahwa proyek ini sudah diatur oleh orang lain. Idrus Marham juga sama sekali tidak tahu terjadi suap menyuap dalam proyek tersebut," kata Samsul seraya menerangkan pihaknya belum mendapatkan salinan putusan itu. 

Untuk diketahui, Majelis Hakim Agung yangdiketuai hakim Agung Suhadi, dengan anggota hakim Krisna Harahap dan Prof Abdul Latief, memangkas hukuman Idrus.

"Tanggal putusan, 02 Desember 2019. Amar Putusan; Kabul," begitu ‎bunyi amar putusan MA seperti dikutip dari website MA.

MA menyebut Idrus Marham bukan penentu proyek PLTU Riau-1. Selain itu tidak menikmati hasil suap yang didapat Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes B Kotjo. 

Sebelumnya‎ Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Idrus Marham dengan pidana 3 Tahun penjara karena dianggap terbukti menerima suap terkait Proyek PLTU Riau-1, bersama-sama Eni Maulani Saragih. 

Tak puas putusan itu, Idrus Marham melalui pengacaranya mengajukan banding.‎ Namun di Pengadilan Tinggi DKI, Idrus justru diperberat hukumannya menjadi 5 tahun bui, kemudian Idrus mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. []

Top