Demokrat: Pihak yang Jilat Presiden Perusak Semangat Reformasi

Demokrat: Pihak yang Jilat Presiden Perusak Semangat Reformasi
Wasekjen Demokrat, Didi Irawadi

KATTA - Wasekjen Demokrat, Didi Irawadi, menilai, sikap Presiden Joko Widodo yang menolak wacana jabatan presiden tiga periode dan dipilih oleh MPR sudah tepat.

"Saya rasa sudah sikap benar beliau, dengan beliau menolak itu sikap yang benar,” kata Didi di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (3/12/2019).

Didi berpendapat, seharusnya tidak perlu ada pihak yang berusaha menjilat Jokowi dengan wacana presiden tiga periode.

"Menurut hemat saya, tidak perlu ada pihak-pihak yang ingin mengambil hati bahkan ingin menjilat presiden, lalu mengusulkan yang tidak-tidak. Yang bertentangan dengan semangat reformasi, keinginan rakyat ini," tukas Didi.

Didi-pun mengingatkan, demokrasi yang sudah berusia 20 tahun seharusnya tidak dibuat mundur dengan wacana tersebut.

"Apalagi sekarang reformasi 20 tahun, harusnya bukan makah mundur dalam semangat berdemokrasi, bukannya kita mundur ke zaman kegelapan. Sudah belajar kita di demokrasi terpimpin orde dan Zaman orde baru 32 tahun kekuasaan dipertahankan dengan tidak perduli semangat aspirasi rakyat," tandas Didi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut pihak yang memunculkan wacana jabatan presiden tiga periode dan dipilih oleh MPR bertujuan menampar dan menjerumuskan presiden.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga, menurut saya, satu ingin menampar muka saya, kedua ingin cari muka, ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja," tegas Jokowi saat berbincang bersama awak media di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/12).

Jokowi menyatakan, sejak awal menolak rencana amandemen UUD 1945 untuk mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. "Sejak awal, sudah saya sampaikan, saya ini produk dari pemilihan langsung," ucapnya.

Jokowi meminta agar persoalan penghidupan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tidak melebar dan hanya fokus terhadap permasalahan ekonomi global.

"Jangan melebar kemana-mana, kenyataannya seperti itu kan. Presiden dipilih MPR, presiden 3 periode, presiden satu kali 8 tahun. Seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik, tidak usah amendemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan eksternal yang bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan," tukas Jokowi.

Top