Kicauan Cak Imin Sebelum Mangkir Panggilan KPK: Tanpa Mahar!

Kicauan Cak Imin Sebelum Mangkir Panggilan KPK: Tanpa Mahar!
Muhaimin Iskandar/Net

KATTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Cak Imin, siang tadi, sedianya diperiksa KPK terkait kasus suap proyek infrastruktur tahun anggaran 2016. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, pengusaha Hong Arta John Alfred.

Cak Imin tak memberikan alasan mengapa tidak hadir memenuhi pemeriksaan penyidik. Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati.

"Sampai saat ini tidak ada surat pemberitahuan," kata Yayuk malam ini, Selasa (19/11/2019).

KPK, kata Yayuk, akan menjadwal ulang pemeriksaan terhadap Cak Imin.

Nama Cak Imin muncul dalam kasus suap proyek infrastruktur setelah diungkap mantan politisi PKB Musa Zainuddin. Musa yang telah divonis 9 tahun penjara dalam kasus yang sama menginformasikan Rp 6 miliar dari Rp 7 miliar suap yang diterimanya diserahkan kepada Jazilul Fawaid selaku Sekretaris Fraksi PKB DPR RI.

Setelah menyerahkan uang kepada Jazilul, Musa menelepon Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal Zaini, meminta agar Helmy menyampaikan pesan ke Muhaimin bahwa uang Rp 6 miliar sudah diserahkan lewat Jazilul.

Selain kasus suap proyek jalan, nama Cak Imin belakangan juga santer dikaitkan dengan kasus mahar Pemilihan Gubernur Lampung. Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, di dalam persidangan pada Senin 7 Oktober 2019, mengaku menyerahkan dana Rp 18 miliar ke PKB sebagai mahar untuk pencalonan dirinya pada Pilgub Lampung 2018.

Mustafa menyerahkan mahar tersebut kepada dua petinggi PKB Lampung. Setelah sebelumnya, ia diajak bertemu Cak Imin oleh Ketua DPW PKB Lampung yang kala itu juga Wakil Bupati Lampung Tengah Chusnunia Chalim. Cak Imin dalam pertemuan dengan Mustafa pada intinya mengatakan PKB siap memberikan dukungan.

Belakangan Mustafa merasa dibohongi. PKB mengusung Chusnunia sebagai calon wakil gubernur Lampung mendampingi Arinal Djunaidi.

Mustafa mengaku duit mahar yang sempat diserahkannya telah dikembalikan sebesar Rp 14 miliar yang merupakan uang pribadinya, sedangkan Rp 4 miliar yang bersumber dari ijon proyek belum dikembalikan.

Mustafa telah divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Tipikor karena dinilai terbukti menyuap anggota DPRD Lampung Tengah agar menyetujui rencana pinjaman daerah kepada PT Sarana Muti Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 300 miliar pada tahun anggaran 2018.

Namun terkait mahar ke PKB, atas keterangan Mustafa yang beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi dan pencucian uang, KPK telah memeriksa Chusnunia yang saat ini mejabat wakil gubernur Lampung. Akhir pekan lalu beredar kabar agenda pemeriksaan Cak Imin oleh KPK pekan ini menyusul pemeriksaan Chusnunia terkait mahar Pilgub Lampung.


Cak Imin cukup aktif di media sosial. Dalam sehari minimal satu cuitan dia lontarkan lewat akun Twitter miliknya, @cakiminNOW. Kemarin malam, Senin 18 November, misalnya, ia sempat menanggapi kicauan Savic Ali yang mengomentari pernyataan Mendagri Tito Karnavian yang menyinggung mahalnya ongkos yang mesti dikeluarkan oleh seorang calon kepala daerah melalui pemilihan langsung.

"Tanpa mahar!" tulis Cak Imin, menjawab kicauan @savicali, "Saya pernah ngajuin cabup didukung parai tanpa bayar alias nol rupiah pak. Dukungan gratis kami peroleh dr @cakiminNOW PKB dan jg Nasdem. Tapi kalah, dan kalahnya ada faktor duit, haha.."[]

Top