Taat Pada Pemimpin

Taat Pada Pemimpin
Ilustrasi/Net

DALAM banyak literatur Islam, keta'atan kepada seorang pemimpin hukumnya wajib. Sepanjang pemimpin itu mengindahkan nilai-nilai kebajikan yang diwartakan oleh agama. Kehadiran seorang pemimpin merupakan sunnatullah yang tidak bisa ditolak.

Masyarakat diminta untuk tetap teguh pada nilai-nilai kebajikan sebagai jangkar kontrol atas prilaku pemimpin. Sebuah kepemimpinan akan memakan induk semangnya, jika tidak ada mekanisme kontrol. Power tends to corrupt; kekuasaan cendrung membajak amanah hati nurani rakyat. Dari sejarah kehadiran awal manusia di muka bumi, hingga peristiwa para pemimpin yang terpeleset karena godaan manis berkuasa.

Taat kepada pemimpin negara dan lainnya dari unsur pemerintahan dapat ditemukan dalam firman Allah Swt; "Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, dan taatlah kalian kepada Rasul, dan juga kepada ulil amri dari kalian.” (An-Nisa’: 59). Ayat ini secara tegas memerintahkan untuk mendahulukan agama (Alqur'an-Hadis) dalam melihat potret kekuasaan yang wajib ditaati oleh masyarakat.

Bagi generasi muda kita, sangat penting untuk memahami posisi agama pada satu sisi terpenting, dan kehadiran pemimpin pada sisi lain yang merawat kepentingan umat. Sebagai generasi penerus bangsa, kaum muda harus memahami posisi tersebut, jangan sampai kepemimpinan nanti berjarak dengan nilai kebajikan agama.

Dan bagi yang telah memimpin, sebenarnya ketaatan itu sangat erat dengan makna keteladanan. Secara moral dan intelektual, pemimpin harus layak jadi panutan. Sekaligus secara sosial yang memperlihatkan diri punya komitmen pada kebajikan baik perkataan maupun perbuatan.

Banyak ditemukan masalah ketaatan karena ulah dari para pemimpin itu sendiri. Mereka mengatakan untuk sesuatu yang tidak pernah dikerjakan dalam kenyataan. Sesungguhnya, keteladanan bisa menjadikan pemimpin itu baik dan menular ketaatan pada rakyatnya. Jangan biarkan rakyat menderita karena ulah beda kata dan perbuatan.

Teori tata negara Islam yang paling sederhana sekaligus sangat populer adalah; royyatul imam manutun bilmashalah. Tugas seorang pemimpin adalah menjamin kemashalatan umatnya. Lebih mendahulukan kepentingan dasar ummat daripada kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Terutama kegiatan yang bisa langsung menyadarkan pentingnya memimpin dalam masyarakat untuk menjamin jalannya usaha memajukan masyarakat. Baik dalam aspek kesejahteraan maupun kemashalatan.[]

Top