Anak Desa Kolongan Calon Menteri

Anak Desa Kolongan Calon Menteri
Olly Dondokambey (kaos merah)/Repro

DALAM pencalonannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara empat tahun silam (2015), kabar bahwa Olly Dondokambey sudah disiapkan masuk kabinet pemerintahan sudah terdengar.

Masalahnya, tidak ada yang tahu pasti soal kapan. Ternyata, Olly mesti menunggu cukup lama. Sampai 2019.

Akhir 2015, jelang Pemilihan Gubernur Sulut, hampir semua lembaga survei lokal maupun nasional memprediksi kemenangan Olly Dondokambey-Steven Kandow. Steven adalah sesama politikus PDI Perjuangan, mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut. Politikus yang terbilang masih muda namun punya rekam jejak kuat dalam karir politik.

Aroma kemenangan sudah tercium jauh hari sebelum Pilgub. Ada beberapa faktor penentu. Pertama, sosok Olly mengakar dan berpengaruh di Manado dan daerah-daerah sekitar. Jaringan politiknya kelas nasional, lintas partai, kelompok masyarakat dan latar belakang agama. Ditambah lagi popularitas Steven Kandouw yang berpengalaman di DPRD.

Kedua, faktor totalitas PDIP memenangkan Olly-Steven, meski itu di basis massa sendiri, di kandang banteng wilayah utara. Bahkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri rela turun langsung membantu kampanye Olly-Steven sampai Kepulauan Sangihe. Mega terbang jauh ke Tahuna, ibu kota kabupaten kepulauan tersebut, untuk menjalankan tugas selaku juru kampanye.
 
Beberapa hari terakhir, nama Bendahara Umum DPP PDIP itu kian santer disebut bakal menduduki salah satu pos Menteri Kabinet Kerja Jilid II. Susunan kabinet sendiri sudah dikantongi Presiden. Tinggal sedikit waktu lagi untuk diumumkan.

Bahkan Olly sendiri memberi "kode keras". Saat Kongres PDIP di Bali belum lama ini, ia nyatakan bahwa Steven Kandow siap menggantikannya menjadi Gubernur jika ia ditunjuk Presiden masuk kabinet.

Jadi, sebetulnya, mendengar kabar Olly masuk nominasi calon menteri, bukan hal baru. Itu isu lama. Sudah dibahas sejak pencalonannya sebagai gubernur. Jabatan kepala daerah cuma tempat transit. Tapi tidak disangka akan selama ini. Untuk soal ini, Mega pasti tahu apa alasan Jokowi.

Yang pasti, Olly dan masyarakat Sulut yang dipimpinnya, punya hubungan emosional "kental" dengan Jokowi. Tak heran kalau Jokowi menang telak di sana pada Pilpres kemarin. Infrastruktur Sulut pun jadi prioritas Jokowi selama 5 tahun belakangan.

Olly Dondokambey anak desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.

Banyak gebrakan Olly membangun tanah leluhurnya. Kunci semuanya adalah membangun dan menjaga persahabatan.

"Kalau banyak teman, semuanya gampang untuk mewujudkan pembangunan di Sulawesi Utara," ucap Olly.

Dia serius membangun pariwisata Sulut. Sektor inilah motor pembangunan daerah. Di awal masa jabatan Gubernur, Olly pusing tujuh keliling. Apa yang bisa ia buat dengan APBD (saat itu) Rp 3 triliun?

"Setelah bayar gaji pegawai mencapai Rp 2,5 triliun yang tersisah Rp 500 miliar. Untuk biayai infrastruktur, mana mungkin. Namun, saat ini masuk empat tahun memimpin bersama Steven Kandow, lokomotif perekonomian di bibir Pasifik ini mengalami penuh lonjakan," demikian Olly suatu waktu.

Kesuksesan Olly memimpin Sulut diapresiasi Megawati dengan menjulukinya "Pemimpin Bertangan Dingin".

Semakin tidak heran bila Olly masuk daftar kader kesayangan yang disodorkan Mega ke Jokowi.[***]

Top